Coast Guard Berkukuh, TNI AL Siap Bereaksi

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2020 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak terdeteksi adanya kapal ikan yang berbendera China masuk ke kawasan ZEE Indonesia, Selasa lalu (31122019), Kemenlu melayangkan protes secara diplomatik

Sejak terdeteksi adanya kapal ikan yang berbendera China masuk ke kawasan ZEE Indonesia, Selasa lalu (31122019), Kemenlu melayangkan protes secara diplomatik

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Protes keras Indonesia atas kehadiran kapal Coast Guard Tiongkok yang mengawal kapal nelayan China seperti tak ada artinya sama sekali.

Sejak terdeteksi adanya kapal ikan yang berbendera China masuk ke kawasan ZEE Indonesia, Selasa lalu (31/12/2019), Kemenlu melayangkan protes secara diplomatik.

Kepala Dinas Komando Armada I, Letkol (L) Pelaut Fajar Tri Rohadi menyatakan, pihak Kemenlu sudah melayangkan surat protes.

“Dari Kemenlu sudah melayangkan protes secara diplomatik, bagaimana cara menyelesaikan masalah ini,” ungkap Fajar.

Ilustrasi.net
Ilustrasi.net

Atas kehadiran kapal China tersebut, kata Fajar, KRI Tjiptadi 381 dan KRI Teuku Umar 385 masih berada di sekitar Laut Natuna Utara.

Dua kapal perang jenis korvet itu didatangkan ke perairan itu untuk membantu KN Teluk Datu milik Badan Keamanan Laut (Bakamla). “Kapal-kapal Coast Guard Tiongkok memaksa TNI-AL dan Bakamla bereaksi,” kata Fajar.

Baca Juga:  Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Kapal TNI-AL dan Bakamla itu berusaha mengusir kapal-kapal coast guard yang melindungi kapal nelayan Tiongkok.

Menurut Fajar, kapal coast guard terdeteksi oleh KRI Tjiptadi 381 yang sedang berparoli pada Senin lalu (30/12/2019). Kapal coast guard itu terdeteksi mendampingi kapal nelayan Tiongkok.

Kapal-kapal berbendera Tiongkok itu, termonitor bergerak ke arah selatan dengan kecepatan 3 knot. Fajar menerima laporan, posisi kapal itu berada pada posisi di 05 14 14 U 109 22 44 T dengan jarak 11,5 nautical mile dari KRI Tjiptadi 381.

“Setelah KRI Tjiptadi 381 mendekat, ternyata diketahui bahwa kapal berbendera China itu milik Coast Guard Tiingkok bernomor lambung 4301,” katanya.

Kapal Coast Guard itu, katanya, berada di belakang kapal nelayan Tiongkok. Kapal itu mengawal kapal nelayan ikan China yang melakukan aktivitas perikanan.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Karena masih berada di ZEE Indonesia, KRI Tjiptadi 381 melakukan kontak dengan kapal Coast Guard Tiongkok tersebut. Menurut Fajar, siapa pun tak boleh mengambil ikan secara ilegal di kawasan ZEE Indonesia.

Unsur KRI dari Komando Armada I di Laut Natuna Utara berusaha memgingatkan agar kapal Coast Guard Tiongkok itu tidak melindungi kapal nelayan China.

“Komando Armada I tetap komitmen melakukan tugas pokoknya sesuai prosedur,” katanya. (*)

Laporan Abror Vandozer/Reales
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Berita Terbaru