USBN SMKN 2 Palembang Gunakan Kertas

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2019 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Peserta USBN SMKN 2 Palembang, Rabu (13/03/2019)

Para Peserta USBN SMKN 2 Palembang, Rabu (13/03/2019)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Berbeda dengan SMK Negeri 5 Palembang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menggunakan smartphone android, namun tidak di SMKN 2 Palembang, memilih melaksanakan USBN dengan menggunakan kertas. Pasalnya, peserta ujian yang ikuti di sekolah kejuruan ini sebanyak 926 siswa.

Berdasarkan pantauan hari ketiga, pelaksanaan Ujian di SMKN 2 berjalan lancar tanpa ada kendala. “Kami pilih USBN pakai kertas karena terlalu banyak peserta, dan sudah dicoba saat try out menggunakan android, oleh karena itu kami tidak jadi menggunakan USBN berbasis android dan iOS,” ujar Kepala SMKN 2 Palembang, Drs. H. Zulkarnain, MT Rabu (13/3/2019).

Baca Juga:  ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Dia mengatakan jika mereka memilih USBN menggunakan smartphone berbasis android dan iOS akan mempengaruhi waktu ujian. “Sudah diuji coba saat try out jaringan internet terganggu dan waktunya terbuang sia sia,” katanya.

“Pada ujian kali ini, SMKN 2 Palembang masih mengunakan kurikulum 2013 dengan 20 mata pelajaran yang akan digunakan sesuai jadwal dari Disdik Sumsel, yakni pendidikan agama dan budi pekerti, bahasa Indonesia, matematika, PKN, bahasa Inggris, sejarah Indonesia, penjasorkes, prakarya, kewirausahaan dan seni budaya.

Baca Juga:  Sekolah Rasa "Double Track" SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Simulasi digital, dasar-dasar program keahlian (C2), IPA terapan (pariwisata), pengantar akuntansi (BISMAN), gambar teknik/sistem komputer (teknologi), pendidikan agama (susulan), pengantar ekonomi bisnis (BISMAN), fisika (teknologi), pengantar pariwisata (pariwisata), pengantar administrasi perkantoran (Bisman), kimia/pemograman dasar (teknologi).

Terkait pengunaan soal pada saat proses ujian Zulkarnain mengatakan 70-80 % materi dibuat melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sumsel, dan 25 % dari pusat. “Jumlah local dipakai selama USBN di SMKN 2 Palembang ada sebanyak 47 lokal 1 lokal terdiri dari 20 murid,”pungkasnya. (ken)

Berita Terkait

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:10 WIB

OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB