banner 1105x262

banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

Tutup Pelatihan BLK, Yoseph: Kedepankan Usaha Tidak ke Perusahaan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin menggelar Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2022 dengan Program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin menggelar Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2022 dengan Program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas.
banner 468x60

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin menggelar Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2022 dengan Program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Unit Pelaksana Teknis Usaha [UPTD] Balai Latihan Kerja [BLK] Banyuasin, Rabu [15/7/2022].

Bupati Banyuasin H Askolani saat menyampaikan sambutannya mengatakan dengan adanya pelatihan ini dapat mengurangi angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin.

“Pada gelombang ke dua ini kita dapat 314 orang dalam 14 bidang. Kita harap adek-adek dapat mengikuti pelatihan dengan baik, fokus dan dapat ilmu dari instruktur,” ujarnya.

Askolani berharap terlepas dari pelatihan ini mereka dapat membuka lapangan pekerjaan, bukan hanya berpikir untuk menjadi pekerja.

“Boleh kerja tapi condong membuka usaha yang baru lainnya. Kami dari pemkab tidak lepas, kita monitor kalau mau buka usaha kita pinjaman perbankan melalui kur,” ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin, Yoseph Zaath menerangkan Tenaga kerja transmigrasi Kabupaten Banyuasin beserta peserta pelatihan berbasis kompetensi berasal dari pencari kerja dan masyarakat dari berbagai Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Penyelenggaraan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi Tahun 2022 dibiayai oleh Balai Besar Pengembangan Koperasi Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dipercayakan menyelenggarakan sebanyak 19 paket,” Jelas Yosept.

Dirinya menuturkan, kegiatan ini untuk menciptakan enterpreneur, artinya lebih mengedepankan usaha tidak ke perusahaan.

“Secara umum keberhasilan mencapai 90%, ada yang kerja diluar dan ada yang membuka usaha sendiri,” pungkasnya.[Desi]