Tagih “Janji Taliban”, Payne: Afghanistan Jangan Jadi Sarang Teroris

- Jurnalis

Jumat, 10 September 2021 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Teroris-WI

Ilustrasi Teroris-WI

ERA baru pemerintahan Afghanistan dalam kekuasaan Taliban menjadi sorotan dan perhatian dunia internasional.

Tak hanya China yang memberikan perhatiannya dengan memberikan bantuan sebesar US$31 juta atau setara dengan Rp442 miliar, Rusia pun akan mengirimkan duta besarnya dalam acara pelantikan pemerintah Afghanistan era Taliban.

Sementara itu, negara-negara lain masih menimbang dan memantau perkembangan situasi untuk memutuskan hal tersebut.

Seperti halnya, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengungkapkan negaranya akan terus bekerja sama dengan Indonesia mencegah Afghanistan menjadi sarang teroris.

Keinginan Australia itu, disampaikan Payne dalam sambutan pidatonya di webinar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Kamis (9/9). 

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Kita harus terus memperkuat kerja sama ini, kita tidak bisa membiarkan Afghanistan menjadi tempat berkembang biak atau rantai penyebaran terorisme lagi. Tidak sebagai komunitas internasional, tidak sebagai individu, bangsa, dan tidak sebagai wilayah terorisme,” ujar Payne.

Ia menegaskan negaranya akan terus bekerja dengan Indonesia dan mitra internasional lainnya untuk meminta pertanggungjawaban Taliban. “Komitmen penuh, atas kata-kata mereka,” ujarnya.

Selain itu, Payne menyampaikan bahwa kondisi di Afghanistan saat ini memprihatinkan. Ia pun khawatir Taliban akan menerapkan aturan yang kaku dan ketat, terutama bagi kaum perempuan, seperti ketika kelompok itu berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001. 

Selain terorisme, Payne juga menyoroti beberapa fokus ancaman keamanan yang dapat berkembang di Afghanistan setelah negara itu dikendalikan Taliban, yakni perdagangan narkoba hingga pelanggaran hak asasi manusia, terutama terhadap kaum perempuan dan anak perempuan, seperti yang dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Sebab, Afghanistan saat ini masih tetap menjadi pemasok opium ilegal terbesar di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan hal itu diprediksi akan terus meningkat ketika Taliban berkuasa.

Saat ini, negara-negara dunia memang sedang terus mengamati gerak-gerik Taliban membentuk pemerintahan. Sejak mengambil alih kekuasaan pada 5 Agustus lalu, mereka berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif dan lebih moderat.

Sumber CNN Indonesia

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Berita Terbaru