banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Tagih “Janji Taliban”, Payne: Afghanistan Jangan Jadi Sarang Teroris

  • Bagikan
Ilustrasi Teroris-WI
Ilustrasi Teroris-WI
banner 468x60

ERA baru pemerintahan Afghanistan dalam kekuasaan Taliban menjadi sorotan dan perhatian dunia internasional.

Tak hanya China yang memberikan perhatiannya dengan memberikan bantuan sebesar US$31 juta atau setara dengan Rp442 miliar, Rusia pun akan mengirimkan duta besarnya dalam acara pelantikan pemerintah Afghanistan era Taliban.

Sementara itu, negara-negara lain masih menimbang dan memantau perkembangan situasi untuk memutuskan hal tersebut.

Seperti halnya, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengungkapkan negaranya akan terus bekerja sama dengan Indonesia mencegah Afghanistan menjadi sarang teroris.

Keinginan Australia itu, disampaikan Payne dalam sambutan pidatonya di webinar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Kamis (9/9). 

“Kita harus terus memperkuat kerja sama ini, kita tidak bisa membiarkan Afghanistan menjadi tempat berkembang biak atau rantai penyebaran terorisme lagi. Tidak sebagai komunitas internasional, tidak sebagai individu, bangsa, dan tidak sebagai wilayah terorisme,” ujar Payne.

Ia menegaskan negaranya akan terus bekerja dengan Indonesia dan mitra internasional lainnya untuk meminta pertanggungjawaban Taliban. “Komitmen penuh, atas kata-kata mereka,” ujarnya.

Selain itu, Payne menyampaikan bahwa kondisi di Afghanistan saat ini memprihatinkan. Ia pun khawatir Taliban akan menerapkan aturan yang kaku dan ketat, terutama bagi kaum perempuan, seperti ketika kelompok itu berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001. 

Selain terorisme, Payne juga menyoroti beberapa fokus ancaman keamanan yang dapat berkembang di Afghanistan setelah negara itu dikendalikan Taliban, yakni perdagangan narkoba hingga pelanggaran hak asasi manusia, terutama terhadap kaum perempuan dan anak perempuan, seperti yang dilansir dari CNN Indonesia.

Sebab, Afghanistan saat ini masih tetap menjadi pemasok opium ilegal terbesar di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan hal itu diprediksi akan terus meningkat ketika Taliban berkuasa.

Saat ini, negara-negara dunia memang sedang terus mengamati gerak-gerik Taliban membentuk pemerintahan. Sejak mengambil alih kekuasaan pada 5 Agustus lalu, mereka berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif dan lebih moderat.

Sumber CNN Indonesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *