banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Setelah Coblos Jari Tidak Dicelup di Tinta, KPU Pali Terapkan Ini

  • Bagikan
Ketua KPU Pali, Suanrio SE didampingi 2 Komisionernya saat Press Conference di Hotel Harper, Senin (19/10/2020).
Ketua KPU Pali, Suanrio SE didampingi 2 Komisionernya saat Press Conference di Hotel Harper, Senin (19/10/2020).
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Usai terselenggaranya Debat Publik Antar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pali yang diselenggarakan KPU Pali, Komisioner KPU Pali menggelar Konfrensi Pers dengan seluruh awak media yang juga menyaksikan dan mengikuti jalannya Debat di Hotel Harper malam ini, Senin (19/10/2020).

Dalam pelaksanaan Pilkada serentak di tujuh Kabupaten di Sumsel dan salah satunya Kabupaten Pali, Ketua KPU Pali Sunario SE mengatakan, penerapan saat Pilkada di 9 Desember 2020 ini, kita tetap mengacu terhadap protokol kesehatan. “Dengan mewajibkan masyarakat memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak saat melakukan pencoblosan dan kita juga mewajibkan rapid test serta pengukuran suhu tubuh,” ucap Sunario.

Hal itu juga kita terapkan kepada penyelenggara termasuk kami, PPK dan KPPS saat melakukan tahapan Pilkada di setiap TPS. “Untuk antisipasi, dan masih dalam suasana pandemi COVID-19, nanti petugas di lapangan akan kita kenakan pakaian Hazmat guna pencegahan penyebaran wabah pandemi,” ujarnya.

Terkait penggunaan tinta ketika telah usai melakukan pencoblosan, lanjut Sunario, kita intruksikan dan imbau untuk tidak mencelupkan jari setelah nyoblos. “Ini dilakukan agar tidak terjadinya indikasi penularan antar masyakat. Petugas kita akan meneteskan tinta tersebut ke jari warga yang telah mencoblos supaya terhindar dari penularan,” jelasnya.

Terkait pelaporan Bawaslu Pali ada atau tidak pelanggaran, Ia pun menyampaikan hingga saat ini belum ada pelaporan yang kami terima dari terkait aturan yang dilanggat dari peserta Pilkada. “Kalau pun ada maka kami dari pihak KPU akan melakukan kajian terhadap setiap persoalan dan laporan ketika disampaikan kepada kami,” tegasnya.

Untuk logistik KPU termasuk surat suara, dan kotak suara, Sunario menambahkan, kami sedang mempersiapkannya. “Namun kita juga menunggu ketetapan dari KPU Pusat dalam hal logistik, karena keseluruhan itu bersifat e-katalog,” tandasnya.

Laporan Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *