Kasus Penelantaran Anak: Tes DNA ‘Benar’ Anak Biologis Eks Bupati Banyuasin

Ditreskrimum Polda Sumsel Gelar Perkara

Nova Yunita bersama Kuasa Hukumnya Ahmad Kenedi menghadiri undangan Gelar Perkara dugaan kasus Penelantaran anak dari Penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat 1 Desember 2023.
Nova Yunita bersama Kuasa Hukumnya Ahmad Kenedi menghadiri undangan Gelar Perkara dugaan kasus Penelantaran anak dari Penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat 1 Desember 2023.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Perkara eks Bupati Banyuasin Askolani Jasi dalam dugaan penelantaran anak yang dilaporkan Nova Yunita, wanita asal Jakarta memasuki tahapan proses selanjutnya. Pada Jumat 1 Desember 2023 Penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel baru saja melangsungkan gelar perkara terhadap kasus tersebut.

Dalam gelar perkara, kedua belah pihak hadir bersama mengikuti rangkaian proses pihak Kepolisian. Askolani Jasi datang bersama kuasa hukumnya, sementara Nova Yunita juga hadir bersama kuasa hukumnya.

banner 468x60

Nova melalui kuasa hukumnya Ahmad Kenedi menyampaikan kedatangannya bersama dengan klien memenuhi undangan gelar perkara.

“Kehadiran kita hari ini, guna memenuhi panggilan dari penyidik Subdit PPA Renakta Polda Sumsel, karena akan dilaksanakan gelar perkara yang kedua kalinya,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Kenedi, gelar perkara ini dilakukan setelah pihaknya menerima hasil tes DNA dari Pusdokkes Polri tertanggal 04 September 2023 lalu. “Hasil dari Tes DNA tersebut menyatakan bahwa anak tersebut adalah “Benar” merupakan anak biologis dari klien kami dan terlapor [H Askolani Jasi],” sebut dia.

Bahkan, kata Kuasa Hukum dari Nova ini, semua saksi termasuk saksi ahli telah dimintai tanggapannya atas kasus yang menyandung H Askolani Jasi tersebut.

“Ya, intinya klien kami meminta keadilan,” ucapnya singkat.

Sementara itu, dengan berlinang air mata Nova Yunita menceritakan pertemuannya kembali dengan H Askolani Jasi, di meja gelar perkara, dirinya masih tak menyangka sosok yang semestinya menjadi ayah, ternyata tega tidak bertanggung jawab terhadap putranya sendiri.

“Ibarat kata anak ini kan bukan dia yang minta dilahirkan, dia juga tidak berharap memiliki orang tua seperti kami. Tapi orang tua tetaplah orang tua dan kewajibannya,” jelasnya.

Bahkan terungkap pula, berjalannya kasus ini terlapor Askolani Jasi juga melayangkan gugatan tata usaha administrasi ke PTUN Palembang tentang pembatalan penerbitan akta kelahiran dari anak Nova Yunita.

“Luar biasa, ada seorang bapak di Indonesia ini yang tega menggugat akta anaknya sendiri,” kata dia.

Terpisah, Kasubdit PPA Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Raswidiati Anggraini SIK MH menyampaikan saat ini tidak melakukan monitoring terhadap perkara tersebut.

”Maaf saya lagi tugas Manila,” ucapnya singkat.

Berkenaan dengan hal itu, pihak terlapor Askolani Jasi melalui kuasa hukumnya Dodi Irama SH turut membenarkan pihaknya turut memenuhi undangan penyidik dalam gelar perangkat dugaan penelantaran anak tersebut. “Kami menyakini pihak penyidik akan bekerja sesuai dengan manajemen penyidikan dan yakin kasus ini juga akan berhenti,”

Namun Dodi tak memberi tanggapan yang jelas terkait dengan hasil tes DNA yang dikeluarkan Pusdokkes Polri yang menyatakan anak tersebut merupakan anak biologis dari Askolani Jasi.

“Sebenarnya, pihak kami ingin bertanggung jawab dengan memberikan uang kompensasi yang sebelumnya terputus sejak 2018,” jelasnya.

“Kalau dihitung sampai sekarang itu sekitar 350 juta namun pihak pelapor menuntut miliaran rupiah,” ujar Dodi menambahkan.

Laporan Suherman | Editor AbV