banner 2560x598

banner 2560x598

Kapolda Sumsel Dukung Penerapan PPKM Mikro di Setiap Kabupaten

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM
banner 468x60

PPKM yang kembali diperpanjang di Sumsel masih diharapkan dapat menekan kasus COVID-19. Karena pada pekan ketiga Juni 2021, zona merah di bumi Sriwijaya malah bertambah menjadi dua yakni Lahat dan Muara Enim. Sebelumnya hanya Kota Palembang yang menyandang status zona merah.

Peta zonasi COVID-19 Dinkes Sumsel, mencatat 14 kabupaten/kota lainnya masih berstatus zona oranye dan satu wilayah zona kuning yakni Kabupaten Empat Lawang atau sama seperti pekan sebelumnya.

Kadinkes Sumsel Lesty Nuraini
Kadinkes Sumsel Lesty Nuraini

Sementara, Kadinkes Sumsel Lesty Nuraini mengatakan lonjakan kasus COVID-19 diketahui 1 bulan setelah lebaran. Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah upaya seperti ketersediaan ruang isolasi.

“Diprediksi melonjak terutama bagi kategori yang tidak bergejala, namun sudah dilakukan serangkaian upaya termasuk penyekatan di Palembang maupun di Sumsel,” katanya saat dihubungi awak media pada Kamis, 17 Juni 2021.

Lesty berharap kabupaten dan kota di Sumsel untuk menyiapkan tempat isolasi pasien COVID-19 baik isolasi mandiri maupun pemerintah dan rumah sakit di daerah dapat dijadikan tempat isolasi.

“Inilah yang menyebabkan BOR (tingkat keterisian kamar) kita meningkat. Oleh sebab itu dengan adanya penambahan wisma atlet, tentunya rumah sakit diharapkan keterisiannya tidak tinggi,” ujarnya.

Dikatakan Lesty, sebelum dirawat di rumah sakit pasien ditempatkan di ruang isolasi. Pasien yang mesti mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hanya pasien bergejala sedang dan berat. “Jika yang ringan dan tidak bergejala cukup isolasi,” paparnya.

Selain itu yang lebih penting tentunya mobilisasi masyarakat harus dibatasi dan kesadaran untuk patuh prokes secara utuh, tidak hanya pakai masker tapi jaga jarak aman sangat penting. “Di area umum kurangi bicara apalagi tanpa masker, 3T kita perkuat, tes dengan rapid antigen untuk tracing, jika positif langsung PCR, laboratorium selain BBLK sudah banyak, BTKLP juga siap sedia. Ayo dengan semangat, kita tanggulangi bersama, pasti bisa, pandemi COVID ini tanggung jawab kita bersama,” urainya.

Kebutuhan rapid antigen harus segera disiapkan di kabupaten/kota, tidak bisa hanya mengandalkan provinsi. Bantuan untuk isolasi mandiri juga harus disiapkan. Wisma atlet sudah siap, kalau diperlukan, langsung kita gunakan tower tower yang lain.

“Pak Gubernur sudah perintahkan untuk siap beberapa tower,” jelasnya.

Peran TNI-Polri, Satpol PP dalam penegakkan disiplin prokes dan pengawasan isolasi mandiri, tracing dan juga pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan dengan baik, agar disiasati dengan berbagai strategi sesuai kondisi daerah masing masing. “Dibarengi regulasi yang jelas, dan agar Kadinkes kadinkes menangkap kerjasama ini dengan cerdas dan cekatan,” jelasnya.

Peran tokoh masyarakat, tokoh agama sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat, “Selain tentu saja peran para pimpinan baik institusi maupun organisasi organisasi,” pungkasnya. (Abror/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *