Ada Pihak Tertentu Ingin Tendang TKBM dari Pelabuhan

Ada Pihak Tertentu Ingin Tendang TKBM dari Pelabuhan
Rapat interen anggota Primer Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang yang dihadiri Kepala Regu Kerja (KRK) I dan II, para pekerja diminta untuk lebih profesional mengelola pekerjaan di pelabuhan.

PEKERJA lapangan Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Palembang harus lebih profesional menyikapi perkembangan yang ada di lapangan.

———
WIDEAZONE.COM, PALEMBANG —- Dalam rapat interen anggota Primer Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang yang dihadiri Kepala Regu Kerja (KRK) I dan II, para pekerja diminta untuk lebih profesional mengelola pekerjaan di pelabuhan.

Kepala Primer Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang, Muhammad Unif AS berharap agar anggotanya mampu bekerja profesional. Misalnya melengkapi diri dengan atribut TKBM.

Pekerja TKBM Boom Baru Palembang
Pekerja TKBM Boom Baru Palembang

 

“Penggunaan atribut berupa rompi, helm pelindung dan masker kerja merupakan corak jati diri TKBM di pelabuhan Palembang,” ujar Unif dalam rapat itu, Selasa (16/2/2021).

Menurut dia, eksistensi pekerja TKBM di lapangan merupakan modal paling penting sebagai daya tawar profesional kepada pihak perusahaan yang memakai tenaga kerja personal dari TKBM Pelabuhan Palembang.

“Makanya saya minta agar anggota kita harus melengkapi atribut TKBM ketika bekerja di lapangan,” tegas Unif.

Andaikan ada alat pelindung diri yang rusak, misalnya rompi yang sudah tak layak pakai, Unif meminta agar pekerja segera menggantinya ke kantor TKBM. “Pokoknya, jika ada APD yang rusak dan sudah tidak layak pakai, ganti ke kantor kita,” ujar Unif dalam rapat anggota di lantai II kantor Primer Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang.

Segala alat keselamatan kerja, kata Unif, merupakan tanggung jawab TKBM. Namun segala bentuk keselamatan kerja terpulang kepada para pekerja sendiri. “Maka itu saya meminta agar para pekerja TKBM harus bekerja secara profesional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Primer Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang, Ahyani, mengatakan bahwa proses dan kualitas pekerjaan itu diam-diam diperhatikan pihak tertentu.

“Jika kita tidak melengkapi diri kita dengan atribut dan APD, maka esksistensi TKBM akan ditendang pihak terrtentu itu dari pelabuhan,” tegas Ahyani.

Pihak yang selama ini berusaha menyingkirkan TKBM Palembang dari pelabuhan, sudah sering dilakukan secara politis. Karena itu, kata Ahyani, mereka berusaha membuka sistem kerja outsourching. “Ini bentuk dari usaha mereka untuk menendang TKBM dari pelabuhan. Ingat itu. Lengkapi diri saudara dengan atribut TKBM,” tegasnya.

Para pekerja TKBM Pelabuhan Palembang, kata Ahyani, merupakan pihak yang ikut membangun pelabuhan. Sejak puluhan tahun, katanya, peran TKBM sudah sangat strategis ikut membangun pelabuhan. Maka Ahyani meminta agar para pekerja TKBM dapat melengkapi artribut yang diberikan.

Selama ini, semua bentuk pekerjaan sudah dilakukan anggota TKBM. Sebelum tenaga mesin diberlakukan di lapangan pekerjaan, tenaga manusia mendominasi semua bentuk pekerjaan. Karena itu Ahyani meminta, selain melengkapi diri dengan APD, para pekerja harus mampu meningkatkan kemampuan menguasai peralatan kerja di lapangan.

Ahyani juga meminta kepala regu kerja (KRK) untuk menambah pekerja luar (bukan anggota TKBM) untuk mengatasi pekerjaan di lapangan. “Sebab untuk mengatasi medan kerja berupa semen atau pupuk, kita membutuhkan tenaga kerja sebanyak 22-25 orang pekerja (gang),” tukas Ahyani.

Sementara itu dalam rapat kemarin, para KRK menyatakan belum memperoleh kartu BPJS. Untuk itu, koordinator pengurusan BPJS Ketenagakerjaan sudah berusaha maksimal mengurusnya.

“Yang jelas, jika ada pekerja mengalami kecelakaan, kita akan mengurusi itu secara maksimal. Segala biaya pengobatan akan ditanggung Primer Koperasi TKBM. Jangan khawatir masalah itu,” ujar koordinator BPJS Andi Unif.

Namun Andi mengatakan bahwa bahwa ada kartu BPJS yang namanya anggota TKBM, tapi foto yang tertera di dalamnya bukan wajah pemilik kartu BPJS tersebut. “Ini yang membuat kami bingung. Tapi tetap kita urus secara profesional. Sebab secara hakikat, mereka adalah anggota kita,” tutup Andi. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma