Komisaris Utama PT TDDI Polisikan Wakil Direktur

Komisaris Utama PT TDDI Polisikan Wakil Direktur
Tambang Nikel

WIDEAZONE.COM, KENDARI — Komisaris PT Tujuh Dua Dua Internasional (PT TDDI) Hartati SE melaporkan Wakil Direkturnya Zaldy Layata alias Zaldy bin Rudy Layata di Polda Sultra dengan LP/244/V/2020/SPKT Polda Sultra tanggal 17 Mei 2020.

Pelaporan dilakukan lantaran diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap PT TDDI.

Hal itu disampaikan Direktur PT TDDI Abdul Karim melalui pesan WhatsApp-nya ke pada media ini, Rabu (2/11/2020).

Menurutnya, Zaldy Layata alias Zaldy bin Rudy Layata dilaporkan Komisaris Utama PT TDDI karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan mengadakan kontrak kerjasama dengan PT Bhakti Sri Utama. “Untuk jual beli ore nikel kepada PT Bhakti Sri Utama sebanyak 7.500 MT tanpa sepengetahuan saya selaku direktur, dan pembayaran dilakukan oleh PT Bhakti Sri Utama melalui rekening istrinya atas nama Zoe Liang Mei,” ungkapnya.

Dikatakannya, sementara dalam pengaturan pengelolaan keuangan perusahaan PT TDDI Internasional No 01/TDD/KLK/VIII/2019 pada poin (1) menyatakan bahwa semua dana perusahaan menggunakan rekening perusahaan atas nama PT TDDI. Dengan demikian pada pasal 9 (sembilan) poin 2 (dua) tersebut tidak dibenarkan dikarenakan pembayaran tidak melalui rekening perusahaan melainkan melalui rekening pribadi atas nama Zoe Liang Mei. “Atas dasar itulah Hartati SE komisaris PT TDDI melaporkan Zaldy Layata alias Zaldy bin Rudy Layata ke Polda Sultra karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap koorporasi sehingga mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp1,9 Miliar,” jelasnya.

Alhamdulillah informasi terakhir kami terima dari pihak penyidik, berkasnya itu sudah lengkap dan dinyatakan P21, dan sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan.

“Mudah-mudahan pihak kejaksaan segera memproses berkas limpahan tersebut, dan secepatnya bisa diadakan sidang,” harapnya seraya mengakhiri.

Laporan Umar Danny