Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton

Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton
Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)

JALAN cor beton Desa Segamit Kecamatan Semendo Darat Ulu yang seharusnya akan dikerjakan kontraktor, secara mendadak harus dihentikan warga. Alasan penghentian itu dinilai masyarakat kurang tepat sasaran.

WIDEAZONE.COM, SEMENDO — Masyarakat berkukuh agar pembangunan jalan cor beton yang segera dimulai pekerjaannya, terpaksa dihentikan.

Terkait masalah itu, tokoh masyarakat Desa Segamit, Suwandi, mengatakan pembangunan jalan itu diduga tidak tepat pada sasarannya.

“Seharusnya, pembangunan jalan cor beton itu diarahkan ke empat titik yang kondisinya parah. Seperti jalan tanjakan Pehikan, jalan di atas endikat, jalan Peraduan Getuk dan jalan tanjakan Lengkenai yang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Suwandi ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Selasa (15/9/2020).

Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)
Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)

Keempat kawasan itu, katanya, sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, setiap hujan turun, mobil yang melewati tanjakan itu harus ditarik. “Pengendara motor pun banyak yang terbalik karena jalan tanahnya begitu licin ketikan hujan turun,” ujar Suwandi.

Karena masyarakat setempat meminta agar pembangunan jalan itu dialihkan ke jalan-jalan bertanjakan tersebut. Mengapa pemborong enggan membangun jalan di empat tanjakan itu?

Menurut Karmudin selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Segamit , alasan pemborong di kawasan terdapat hutan luas. “Tahun lalu di desa kami sudah dibangun dengan dana APBD Muara Enim. Kok sekarang tidak bisa? Ini aneh sekali,” ujarnya.

Menurut dia, permintaan dan tuntutan warga desa dari empat kampung mrminta agar jalan tersebut dibangunkan di empat titik sepanjang sekitar 600 meter.

Permintaan warga empat desa, kata Suwandi, sudah dirapatkan di kantor desa dengan rombongan pihak Dinas Pekerjaam Umum (DPU).

“Menurut pihak PU, empat titik itu merupakan kawasan hutan lindung. Jadi tidak bisa dibangun jalan cor beton di kawasan itu. Yang kedua, kontraktornya sudah minta surat dari pihak Kementerian jalan Desa Segamit sudah bisa dibangun. Sayangnya hingga kini belum ada titik terangnya dari Dinas PU dan pihak kontraktor,” katanya.

Para kontraktor mau membangun jalan cor beton dari Santren ke Anak Air Besak. Sedangkan dari perhitungan masyarakat, itu tidak membantu. “Maksud kita, tolong diprioritaskan jalan tanah yang kondisinya parah,” jelas Karmudin.

Terkait masalah itu, Kepala Desa Segamit Siswani, mengatakan masyarakatnya tidak setuju pembangunan jalan cor beton di wilayahnya.

“Jika empat titik jalan tanah mentah itu sudah dicor beton, setidaknya ketika warga pulang dalam keadaan hujan deras, mereka bisa melewatinya,” ujar Siswani.

Kades Segamit itu mengatakan, sudah terjadi dua mediasi. Namun karena masyarakat bersikap keras, pihak PU mundur dari rapat dan menyatakan tak usah dibangun tulis berita acaranya.

Bahkan kontraktornya menanyakan apakah jalan cor beton dari Anak Air Besak ke Santren masih akan dibangun? Karena diadakan mediasi kembali. “Bahkan pihak kontraktor minta surat dari Menteri Kehutanan, semuanya sudah kami berikan. Apalagi alasan mereka untuk tidak membangun di empat titik tersebut? Warga membutuhkan jalan itu,” tandasnya.

Menurut Siswani masyarakat Desa Segamit akan menolak keras jika kontraktor akan meneruskan pembangunan jalan cor beton desanya. “Bahkan saya meminta agar pihak kontraktornya menemui saya. Namun hingga sekarang mereka belum juga mewujudkan itu,” tukas Kades Segamit menutup perbincangan. (*)

Laporan Alamsyah
Editor Anto Narasoma