Kapolri Raih Penghargaan Tiga Bintang Utama

Kapolri Raih Penghargaan Tiga Bintang Utama
KARENA jasanya begitu besar atas kerjasama dan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolri Jenderal Drs Idham Azis MSi dianugerahi Bintang Kartika Eka Paksi, Swa Bhuana Paksa dan Jalasena.

KARENA jasanya begitu besar atas kerjasama dan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolri Jenderal Drs Idham Azis MSi dianugerahi Bintang Kartika Eka Paksi, Swa Bhuana Paksa dan Jalasena.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganugerahi tiga bintang utama, sesuai usulan Menteri Pertahanan RI sesuai ketentuan pasal 28 ayat 12 huruf (b) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda penghormatan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Argo Yuwono, mengatakan penganugerahan tiga bintang utama ke Kapolri, karena Idham Azis berjasa luar biasa untuk pembangunan TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara,” ujar Argo Yuwono ke pada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 58/TK/Tahun 2020, penghargaan tiga bintang utama itu diberikan ke Kapolri di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (28/7/2020).

Menurut Argo, penghargaan itu diberikan ke Idham Azis terkait keberhasilannya atas koordinasi dua instansi TNI-Polri menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurut dia, penghargaan yang diberikan itu sesuai makna Kartika (bintang), Eka (satu), dan Paksi berarti burung. “Secara harfiah, penghargaan ini memiliki makna burung gagah perkasa tanpa tanding menjunjung cita-cita. Sedangkan TNI AD yang kuat, senantiasa menjunjung tinggi, yakni, keluhuran nusa dan bangsa serta perajuritan,” ujarnya.

Sedangkan Bintang Jalasena Utama dan Bintang Swa Bhiana Paksa Utama merupakan medali penghargaan yang dianugerahkan ke pada individu yang berkemampuan dan pencapaian khusus.

“Ini berkat kontribusi, upaya dan berdedikasi luar biasa serta pencapaian melalui panggilan tugas,” ujar Argo menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer dan Anto Narasoma