Telanjang dan Keterbukaan Ungkapkan Kejujuran

Telanjang dan Keterbukaan Ungkapkan Kejujuran
Drs Ahmad Rafanie Igama MSi

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Lukisan dengan judul “Bertahan” yang dipamerkan di Art Mosphere Galeri Seni Taman Budaya Palembang, mendapat apresiasi banyak pengunjung.

Budayawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Ahmad Rapanie Igama menyukai lukisan tersebut.

Lukisan bertema "Bertahan" karya Wawan Tandi Pulau, bersama Art Mosphere se-Sumsel, di Galeri Lukisan Taman Budaya Palembang, Senin (11/11/2019)
Lukisan bertema “Bertahan” karya Wawan Tandi Pulau, bersama Art Mosphere se-Sumsel, di Galeri Lukisan Taman Budaya Palembang, Senin (11/11/2019)

Lukisan yang memuat topik laki-laki telajang yang menyembunyikan wajahnya itu mempunyai kedalaman isi yang konotatif. “Saya menyukai lukisan ini,” ujar Rapanie Igama ke pada wartawan Wideazone.com, Rabu (13/11/2019).

Menurut Rapanie, ketelanjangan lelaki itu memiliki daya tawar persepsi yang sangat dalam. Sebab dari filosofi di balik ketelajangan itu, merupakan ujud keterbukaan atau kejujuran.

“Mengutarakan satu masalah ke pada seseorang, memang perlu terbuka dan tak perlu malu-malu,” ucap Rapanie.

Misalnya, kata Rapanie, ketika ingin mengatakan persoalan pribadi seseorang, memang harus diungkap secara terbuka (telanjang).

Kadang-kadang, mengungkap persoalan pribadi seseorang ke pada yang bersangkutan, memang perlu dilakukan secara jujur dan terbuka.

“Mendengar masukan secara jujur memang terasa sakit di hati. Namun kita harus memiliki jiwa besar untuk menghadapi keterbukaan itu,” kata Rapanie.

Karenanya ia sangat menyukai lukisan tersebut. Menurut dia, bagi orang awam, mereka belum tentu menarik terhadap lukisan laki-laki telanjang itu. ‘Karena mereka tidak bisa menangkap nilai konotasi di balik pesan yang ada,” katanya.

Awalnya, Rapanie melihatnya biasa-biasa saja. Tapi semakin dalam lukisan itu ditatapnya, ia justru tertarik untuk memilikinya. Apalagi ketika Rapanie membaca ulasan seniman Anto Narasoma yang telah panjang lebar mengungkap isi pesan di balik ketelanjamgan gambar tersebut. “Seolah pikiran Bung Anto itu seirama dengan pendapat saya,” katanya. (abror vandozer)