Peningkatan Instrumen Penilaian, SMK Negeri 5 Palembang Gelar Workshop Hots Berbasis ICT

Peningkatan Instrumen Penilaian, SMK Negeri 5 Palembang Gelar Workshop Hots Berbasis ICT
Peningkatan Instrumen Penilaian, SMK Negeri 5 Palembang Gelar Workshop Hots Berbasis ICT

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Interaksi atau hubungan timbal balik guru dan siswa, merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kepala SMK Negeri 5 Drs Zulfikri MSi dan Pengawas SMK Dra Hj Elis Sulastri MPd saat memberikan materi Workshop High Order Thingking Skill, bertempat di SMKN 5 Palembang, Senin (11/11/2019)
Kepala SMK Negeri 5 Drs Zulfikri MPd dan Pengawas SMK Dra Hj Elis Sulastri MPd saat memberikan materi Workshop High Order Thingking Skill, bertempat di SMKN 5 Palembang, Senin (11/11/2019)

Penalaran dalam belajar mengajar dibutuhkan untuk meningkatkan mutu prestasi pendidikan sehingga memberikan output yang maksimal.

Untuk capaian nilai indeks integritas pendidikan dan meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan penilaian pembelajaran, Kepala SMK Negeri 5, Drs H Zulfikri MSi menggelar Workshop High Order Thingking Skill (HOTs) dengan menggunakan Informatian and Communication Technologies (ICT) Senin (11/11/2019).

“Manfaatnya untuk meningkatkan kualitas guru pada KBM yang lebih lengkap, kompetensi inti dan kompetensi dasar, menciptakan kesadaran tentang tanggung jawab guru terhadap pelaksanaan tugasnya, juga sebagai panduan dan arahan dalam standar isi agar mudah tersampaikan, dan terciptanya kesiapan belajar bagi siswa dalam keseriusan, keingintahuan, dan semangat belajar dalam mengikuti proses pembelajaran hingga tercapai target kompetensinya,” ungkap Zulfikri ke pada wideazone.com.

Pemateri dalam workshop yang dilaksanakan SMK Negeri 5, Dra Hj Eli Sulastri MPd, mengatakan sesuai dengan judul workshop HOTs, peserta guru harus bisa menyusun instrumen penilaian mengenai apa saja syarat-syaratnya, mereka harus tahu dulu pengertian dari Hots, dan juga mereka harus memahami bagaimana cara mengembangkan soal high order thingking skill.

“Soal hots bermula dari C4, terdapat C1 hingga C6, C1 meliputi ingatan (remember), C2 tentang pemahaman, C3 penerapan, C4 analisis, C5 evaluasi, dan C6 kreasi/mencipta. Untuk Hots dimuali dari C4 yaitu analisis, jadi diharapkan para peserta untuk dapat membuat soal hots namun sebelum mereka melakukan analisis meraka harus mengingat bahwa terdapat C2, diharapakan guru dapat memberikan pemahaman materi ke siswa agar penalaran dapat diserap dengan baik,” papar Eli saat diwawancarai.

Terkait dengan kegiatan penilaian hots yang berbasis ICT, peserta workshop, Fitriayani MPd menjelaskan,  saat penilaian akhir semester diharapkan ujian dapat dilaksanakan dengan android.

” Karena kita telah melaksanakan dan menggunakan dengan sistem android, sehingga setelah ujian nilai tersebut langsung keluar dan tetap pada pengawasan dan dikembalikan lagi kepada guru-guru untuk dikoreksi kembali apakah terdapat penambahan nilai dari hasiil instrumen yang telah terwujud,” jelas Fitri sambil mengakhiri perbincangan dengan wartawan wideazone.

 

Laporan : Abror Vandozer