Senam Lidah Bisa Atasi Stroke dan Alzheimer

Senam Lidah Bisa Atasi Stroke dan Alzheimer
Ilustrasi.net

BAGI penyandang penyakit alzheimer, selain harus berobat ke dokter, obat yang paling efektif dan dekat dengan diri kita sendiri adalah senam lidah.

Orang begitu kaget ketika dijelaskan tentang mukjizat senam lidah untuk pengobatan alzheimer. Menurut Dr dr H Zulkhair Ali, senam lidah tak hanya mengobati penyakit alzheimer, senam ini bisa mengatasi berat badan, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah di otak, asma, rabun jauh, telinga selalu berdenging, infeksi tenggorokan, infeksi pundak dan penyakit insomnia atau penyakit sulit tidur.

“Gerakannya sangat mudah dilakukan. Cukup menjulurkan lidah, kemudian tarik kembali ke mulut. Lalukan sebanyak sepuluh kali setiap pagi,” ujar Zulkhair Ali ke pada Wideazone.com, Kamis (10/7/2019).

Dr dr Zulkhair Ali SpPD K-GH FINASM
Dr dr Zulkhair Ali SpPD K-GH FINASM

Selain itu, gerakan lidah bisa diarahkan ke kiri dan kanan sebanyak sepuluh kali. “Lakukan setiap hari secara terus-menerus. Secara tak sadar, jika dilakukan secara terus-menerus, bisa mengobati alzheimer,” katanya.

Menurut Zulkhair, pada dasarnya, senam lidah itu merupakan potensi khusus pengobatan melalui saraf lidah yang berhubungan dengan otak besar.

Saat menjadi tua dan lemah, kata Zulkhair, tanda-tanda yang dirasakan manusia adalah terasa lidah yang kelu. “Bahkan fak kita sadari, lidah kita bisa tergigit sendiri,” kata dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Muhammad Husin Palembang itu, tersenyum.

Karena itu Zulkahir menyarankan agar seseorang, baik tua atau muda, sangat baik untuk menggerakkan lidah agar dapat menstimulasi darah dengan kejutan positif ke otak besar.

Gerakan lidah ini dapat mempengaruhi pengerdilan otak untuk menyehatkan tubuh secara alami. “Saya yakin, ketepatan hasilnya untuk menyejatkan tubuh, Insya Allah, sebesar 95% hingga 100%,” katanya.

Selain itu, senam lidah bermanfaat untuk mengetahui gejala stroke. Jika lidah seseorang sulit dijukurkan dan digerakkan ke kanan dan kiri, berarti tubuh seseorang itu terjadi gejala stroke ringan. (anto narasoma)