Minus Anggaran, Simulasi Pemilu 2019 Hanya di Kabupaten

Minus Anggaran, Simulasi Pemilu 2019 Hanya di Kabupaten
Ir Ahmad Yani MM-Bupati Muara Enim, Melakukan Simulasi Pemilu 2019 yang diselenggarakan di Hotel Serasan Sekundang, Senin (15/4/2019)

WIDEAZONE.COM, MUARA ENIM — Menghadapi pesta demokrasi Rabu nanti (17/4/2019),  Komsi Pemilihan Umum Daerah Muara Enim menggelar Simulasi Pemilu di Hotel Serasan Sekundang. Simulasi yang digelar Senin (15/4/20190), dihadiri Bupati Muara Enim Ir Ahmad Yani MM, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala BNNK Muara Enim dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Muara Enim.

Kegiatan itu dilaksanakan untuk mengenalkan dan menginformasi tata cara pelaksanaan pilpres-pileg, dimulai dari proses pendaftaran, pembagian lima surat suara, pencoblosan, pemberian tinta biru hingga proses penghitungan dan pengamanan hasil pemilu.

Untuk Pemilu 2019, pelaksanaannya tak berdeda dibanding tahun sebelumnya. Sebab pada pesta demokrasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum secara langsung itu, menentukan lima pilihan mulai dari presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi serta DPRD kota/kabupaten.

Dalam pelaksanaan simulasi pemilu 2019, Ir Ahmad Yani MM mengungkapkan, “Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi KPUD Muara Enim. Semoga pelaksanaan pesta demokrasi nanti kurang lebih akan sama seperti silmulasi ini”.

Terkait Simulasi Pemilu, Ketua KPUD Muara Enim Ahyaudin SE berharap kegiatan tersebut dapat menambah informasi publik tentang tatacara pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Dengan adanya simulasi ini, masyarakat akan lebih memahami proses dan tahapan penyelenggaraan pemilu, mulai dari datang, pendaftaran, hingga selesai. “Diharapkan tingginya pemahaman masyarakat, proses pemilu serentak akan berlangsung aman, lancar dan kondusif tanpa kendala berarti,”  ujar Ahyaudin.

Sebagai bentuk transparansi terkait penghitungan suara dan rekapitulasi hasil pemilu, katanya, ia juga munuturkan bahwa KPU RI telah menyiapkan sistem informasi yang dapat membantu menyelenggarakan pemilu hingga di tingkat kecamatan. Karena  keterbatasaan dana, maka simulasi pemilu tahun ini hanya digelar di tingkat kabupaten saja.

“Masyarakat umum, dapat mengakses dan memperoleh informasi terkait pemilu melalui handphone atau telepon genggam. Sedangkan rekapitulasi yang dilakukan dapat dilaksanakan secara efisien dan hasilnya dapat dipercaya,” tukas Ahyaudin menutup perbincangan. (eddy yusuf/agus)