Mus Mulyadi, Akhirnya Tunduk dengan Takdir

Mus Mulyadi, Akhirnya Tunduk dengan Takdir

PENYANYI serba bisa itu akhirnya tunduk dengan ketentuan takdir. Mus Mulyadi meninggal dunia Kamis pagi (11/4/2019) dalam usia 74 tahun, karena diabetes melitus (penyakit gula).

Di sepanjang karirnya sebagai penyanyi, Mus Mulyadi pernah bergabung dengan Favourites Group bersama A Ryanto dan kawan-kawan.

Mus telah membesarkan grup ini dengan lagu Berhembus Angin Malam, Ingin Marah Silakan, Mawar Berduri serta sejumlah yang digandrungi pengemarnya pada dekade 1970-an.

Namun sebelumnya, Mus Mulyadi pernah menyanyi lagu-lagu Melayu bersama Ida Laila. Ia pernah mempopulerkan lagu Semalam di Malaysia dan Hitam Manis bersama Orkes Melayu Sinar Kemala di bawah pimpinan Abdullah Kadir.

Setelah perkembangan musik di Indoneesia semakin maju, Mus justru betah berada di musik keromcong.

Bahkan ia dikenal sebagai penyanyi keroncong papan atas mendampingi sejumlah penyanyi seperti Toto Solmon, Arivai serta Sundari Sukotjo.

Menurut anaknya Erick, ayahnya itu meninggal karena penyakit gula yang diidapnya. “Setelah sekian tahun, ayah masih tetap bertahan. Bahkan matanya sudah tak dapat melihat jelas, ia tetap bertahan di posisi sakitnya, ” kata Erick.

Namun ketika berhadapan dengan takdir dan ketentuan Yang Mahakuasa, siapa pun dia pasti akan tunduk. “Ayah akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Selamat Mas Mus Mulyadi. Semoga segala amal ibadahmu diterima Allah SWT. Bahkan Dia akan memgampuni segala dosa dan kekhlifannya semasa hidup (abror vandozer)