Dengan Perkembangan Zaman, Guru Harus Lebih Profesional Dalam Keilmuan

Dengan Perkembangan Zaman, Guru Harus Lebih Profesional Dalam Keilmuan

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Sebanyak 40 orang guru PAI dari SMA dan SMK se-Sumsel mengikuti workshop Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI) yang digelar bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Sumsel. Kegiatan yang digelar di di Hotel Duta Syariah Palembang dihadiri oleh kepala bidang PAKIS kanwil Kemenag Sumsel H. Muhammad Ali, M.Pd.I, kepala bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil, S.Ag, M.Si dan seluruh kepala seksi dibidangnya
Dalam materi yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel M. Alfajri Zabidi, S.Pd, MM, M.Pd.I menurutnya, Menjadi guru zaman sekarang harus semakin sigap terhadap perubahan, guru harus cepat memperbaiki gaya mengajarnya supaya murid tidak bosan mendengarkan pengetahuan yang sudah mereka ketahui. Peranan guru sebagai fasilitator harus ditambah menjadi agen peletak dasar revolusi mental menghadapi zaman yang bergerak cepat.

“ Menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi dan informasi saat ini muncullah istilah yang trend yaitu “zaman now”. Istilah tersebut pun melekat pada dunia pendidikan yaitu guru zaman now dan murid zaman now. Menjadi guru zaman now tentunya guru tersebut mengupgrade atau memperbaharui baik metode maupun pola dan media yang digunakan dalam proses belajar mengajar,”ujarnya.

Dikatakan Fajri, Ciri guru zaman now salah satunya membangun peradaban. Contohnya mengunakan kemajuan teknologi dan informasi dengan cara yang beradab. Seorang guru itu digugu dan ditiru oleh para muridnya. Oleh sebab itu guru zaman now harus dapat memfilter setiap informasi yang diterima dan tidak mudah ikut-ikutan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya,” papar Alfajri.

Menyikapi perkembangan teknologi informasi bersamaan dengan mendekati masa pemilu 2019 Alfajri mengingatkan para guru PAI yang hadir agar tidak ikut-ikutan menjelekkan baik capres maupun caleg peserta pemilu.

“Perbedaan itu sunnatullah, jangan jadikan perbedaan tersebut untuk memecah persatuan dan kesatuan dengan cara menghargai dan tidak menyebarkan aib satu sama lain. Ajarkan kepada siswa Anda untuk santun dalam bermedia sosial. Sungguh sejatinya orang Indonesia itu adalah orang yang menghargai perbedaan,” tukasnya.
Senada yang dikatakan, kepala bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil, S.Ag, M.Si, salah satu narasumber pada Workshop Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI), Menjadi Seorang guru yang profesional dan handal tidak hanya sebagai pengajar (teacher) melainkan jadilah guru yang disebut guru master. Guru teacher dan guru master tentulah memiliki perbedaan dan keunggulan.
“Menyikapi perkembangan kurikulum dunia pendidikan yang semakin masa terus berkembang, Seorang guru harus dapat menjadi guru master dan bukan sekedar guru teacher,” ujar Abadil.
Dikatakannya, dari cakupan jumlah siswa guru master tentu dapat melaksanakan proses belajar mengajar meskipun menghadapi jumlah siswa lebih banyak dibandingkan guru di kelas les atau privat. Dari segi visualisasi guru master dapat menjelaskan kepada peserta didik dengan memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi sehingga proses belajar mengajar lebih menarik.
Selain itu, untuk sukses dalam dunia pendidikan Abadil menjelaskan 3 konsep pendidikan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan siswa yang berkarakter. Adapun konsep tersebut yaitu Ta’lim, Tarbiyah dan Ta’dibiyah.
“Ta’lim artinya guru harus dapat mengajarkan siswanya dari yang tidak tahu menjadi tahu. Tarbiyah artinya mendidik. Jadi disini guru mendidik prilaku atau ahklak dari yang tidak baik menjadi baik. Dan terakhir Ta’dibiyah yaitu guru membentuk karakter siswa yang beradab,” pungkasnya.. (hasan basri)