banner 160x600
banner 160x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Diduga Pungli, Tujuh Pemuda Diamankan Ditpolairud Polda Sumsel

  • Bagikan
Diduga melakukan tindakan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan muatan CPO di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi, Kelurahan Sungai Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa (15/6) sekitar pukul 13.30 WIB, tujuh orang pemuda diamankan Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel.
Diduga melakukan tindakan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan muatan CPO di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi, Kelurahan Sungai Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa (15/6) sekitar pukul 13.30 WIB, tujuh orang pemuda diamankan Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel.
banner 468x60

Polda Sumsel Berantas Tindakan Premanisme dan Pungli di Wilayah Sumsel

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Diduga melakukan tindakan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan muatan CPO di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi, Kelurahan Sungai Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa (15/6) sekitar pukul 13.30 WIB, tujuh orang pemuda diamankan Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel.

Akibatnya ketujuh orang pemuda ini bakal diproses secara hukum usai tertangkap tangan beberapa jam setelah kejadian.

Ketujuh pria ini yakni Iskandar (38) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Musi Bahagia, Kecamatan Kalidoni, Robi Iswanto (42) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Tiga Sekata, Kecamatan Kalidoni, Andriyadi (48) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni, Rian Rusdi (35) warga Jalan Mayor Zein, Lorong Tiga Bersama, Kecamatan Kalidoni, Endang (46) warga Jalan Mayor Zein Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Asnawi (33) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni dan Marta Dinata (34) warga Jalan Pinishi, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi MM membenarkan adanya penangkapan tujuh orang pemuda yang diduga melakukan tindakan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan Truck muatan semen dan Truck muatan CPO di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Anggota kita Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadinya aksi premanisme dan pungli yang terjadi terhadap sopir mobil truck pengangkut semen dan CPO yang mengangkut muatan tersebut dari pelabuhan Perahu Layar Pinishi Sei Lais Palembang,” ujarnya, Kamis (17/6).

Kemudian beberapa jam setelah kejadian tepatnya pukul 15.30 WIB anggota unit Intelair langsung melakukan under cover di wilayah simpang pelabuhan pinishi Sungai Lais Palembang dengan cara ikut didalam mobil truk yang bermuatan semen asal dari pelabuhan perahu layar pinishi guna memastikan informasi adanya tindakan premanisme dan pungli di wilayah tersebut.

“Kemudian setiba di simpang pinishi anggota kita melihat hal itu adanya tindakan pungli yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap sopir mobil truk yang ditumpangi oleh anggota Intelair yg sedang under cover,” ungkapnya.

Lalu sekitar pukul 16.30 WIB Team Unit Intelair yang dipimpin langsung Kasi Intelair, AKP BENI WIJAYA SH beserta anggota patroli Dit Polairud Sumsel melakukan swiping dilokasi yang diduga sering dijadikan tempat aksi premanisme dan pungli yang berada di simpang pelabuhan perahu layar pinishi sei lais Palembang.

Kemudian team intelair menemukan dan mengamankan sebanyak tujuh orang yang berada dilokasi tersebut dan diduga ke tujuh orang tersebut sering melakukan aksi premanisme dan pungli di seputaran Sei Lais Palembang.

“Dari Interogasi yang dilakukan terhadap  orang tersebut yang dilakukan anggota kita bahwa mereka melakukan aksi pungli sudah berjalan selama lebih kurang satu tahun dengan modus melakukan upaya pengaturan lalu lintas kendaraan yang keluar masuk dari pelabuhan pinishi,” ungkapnya.

Dari tiap mobil truk yg melintas dimintai oleh para  pelaku sebesar Rp2000 hingga Rp5000. “Untuk barang bukti yang kita amankan berupa uang tunai Rp106 ribu,” tambahnya.

Kombes Pol Supriadi MM menegaskan pemberantasan pungli dan premanisme tidak akan berhenti disini saja.

“Ini baru awalnya saja, kita akan terus melakukan pemberantasan segala macam bentuk premanisme hingga pungli sehingga wilayah Sumsel akan aman dan zero premanisme dan pungli,” tukasnya.(Abr/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *