banner 1105x262

banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

Anggota Pemuda Pancasila Dikeroyok, Ketua PP: ini Penghinaan

Beredar video pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang terhadap seorang pemuda, viral di dunia maya.
Beredar video pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang terhadap seorang pemuda, viral di dunia maya.
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Beredar video pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang terhadap seorang pemuda, viral di dunia maya.

Insiden pengeroyokan diketahui melanda salah satu anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila [Ormas PP] di Palembang bernama Niko.

Peristiwa tersebut menuai atensi khusus Pengurus PP Sumatera Selatan [Sumsel] dan Kota Palembang dengan mendatangi Markas Kepolisian Daerah [Mapolda] Sumsel untuk melaporkan terkait penganiayaan dan aksi pengeroyokan.

“Sangat menyayangkan adanya kejadian ini, dan terkait aksi spontan beberapa anggota PP yang mendatangi lokasi kejadian menurutnya merupakan aksi solidaritas dan jiwa korsa sesama anggota PP,” ungkap Ketua PP Palembang Nursyamsu MAH dalam keterangan tertulisnya, Kamis [5/5/2022].

Syamsu menegaskan motto PP ‘jika salah satu anggota PP tercubit yang lain juga merasakan sakit’.

Informasi yang diterima Wideazone.com, dalam video tersebut, korban Niko terlihat mengenakan seragam resmi PP, dipukuli dan mendapatkan ancaman dari salah satu pengeroyok yang memegang golok besar seraya berteriak ‘sembelih’ [dipotong lehernya], sembelih bae kepalanyo [potong kepalanya], sambil mengacungkan golok besar ke arah Niko.

Bahkan ada di antara oknum preman tersebut mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke atas

Akibatnya, korban Niko pun harus dilarikan ke Rumah Sakit [RS] Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan.

Syamsu mengatakan ini sebuah penghinaan terhadap Ormas, anggota PP saudara Niko, pada saat itu sedang memakai pakaian seragam PP ketika dikeroyok. “Jelas, preman preman yang melakukan pengeroyokan ini sudah melecehkan ormas kami, PP tidak berisik kalau tidak diusik,” pungkasnya. [Abror Vandozer]