banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

27 September, BEM SI Gelar Aksi “Tolak Pemecatan Pegawai KPK”

  • Bagikan
Ilustrasi Mahasiswa Demo
Ilustrasi Mahasiswa Demo
banner 468x60

Hasil TWK KPK

WIDEAZONE.com, JAKARTA | 27 September 2021, Aliansi Badan Eksekuitf Mahasiswa Seluruh Indonesia dan Gerakan Selamatkan KPK [BEM SI-GASAK] bakal gelar aksi demonstrasi “Tolak Pemecatan 57 Pegawai KPK melalu Tes Wawasan Kebangsaan [TWK] di Jakarta.

“Langkah ini dipersiapkan apabila dalam kurun waktu 3×24 jam Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masih bergeming untuk membatalkan pemecatan terhadap 57 pegawai KPK tersebut,” kata Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar.

Ditegaskan Nofrian, terhitung 3×24 jam jika tidak ada respons, maka kami akan turun ke jalan di tanggal 27 September, seperti dilaporkan dan dikonfirmasi CNNIndonesia.

Aksi nasional ini menurut Nofrian rencananya akan dilakukan secara terpusat di Jakarta. Kendati demikian, ia belum bisa memberitahu ihwal titik pasti rencana aksi tersebut.

BEM SI, kata Nofrian, masih konsolidasi dengan aliansi yang ada di daerah. “Titik aksi masih dikonsolidasikan dengan seluruh teman-teman dari daerah luar Jakarta,” ujarnya.

Nofrian memperkirakan bakal ada ribuan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam aksi nasional pada Senin mendatang.

“Kami akan menurunkan sebanyak banyaknya, jumlah pastinya masih harus menunggu teknis lapangan. Saya tidak bisa katakan secara rinci, tapi di atas 500 orang yang pasti,” ujar Nofrian.

Sebelumnya Aliansi BEM SI dan GASAK telah menyurati Presiden Jokowi agar mengangkat puluhan pegawai KPK yang tak lolos TWK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mereka memberikan waktu 3×24 jam bagi Jokowi untuk mengambil sikap. Jika tidak, mereka mengultimatum akan turun ke jalan.

“Kami Aliansi BEM Seluruh Indonesia dan GASAK memberikan ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk berpihak dan mengangkat 56 pegawai KPK menjadi ASN dalam waktu 3×24 jam sejak hari ini. Jika Bapak masih saja diam, maka kami bersama elemen rakyat akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi yang rasional untuk Bapak realisasikan,” demikian petikan surat tertanggal 23 September tersebut.

Dalam surat itu, BEM SI dan GASAK menyinggung komitmen Jokowi yang berjanji akan menguatkan KPK dengan cara menambah anggaran, menambah penyidik, dan memperkuat KPK dengan tegas.

Mereka mengecam sikap diam Jokowi atas pemecatan 57 pegawai karena tak lolos TWK dalam rangka alih status menjadi ASN. Padahal, pelaksanaan alih status tersebut telah terbukti maladministrasi dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) sebagaimana temuan Ombudsman RI dan Komnas HAM.

“Alih-alih pegawai KPK ditambah ternyata ada 57 pegawai KPK diberhentikan dengan SK No.1327,” tandasnya.

Sumber CNN Indonesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *